Categories
Uncategorized

Sejarah Suku Batak

Sejarah Suku Batak – Suku Batak adalah tema kolektif untuk mengidentifikasi sejumlah suku yang hidup dan berasal dari Tapanuli dan Sumatera Timur di Sumatera utara.

Agama yang diadopsi oleh suku ini adalah Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Islam Sunni. Beberapa berpegang teguh masterpendidikan.com pada kepercayaan tradisional seperti tradisi Malim dan juga menganut kepercayaan animistis (Sipelebegu atau Parbegu), meskipun pengikut mereka telah menolak.

Sejarah-Suku-Batak
Sejarah Suku Batak

Pada sensus tahun 1930 dan 2000, pemerintah mengklasifikasikan Simalungun, Karo, Toba, Mandailing, Pakpak dan Angkola sebagai etnis Batak.

Sub Suku Batak

Varietas Batak memiliki banyak varietas lain, yang diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Batak Toba
  2. Periksa Batak
  3. Batak Pakpak
  4. Batak Simalungun
  5. Angkola Batak
  6. Pesan Batails.

Pada abad ke-6, pedagang Tamil India mendirikan kota komersial Barus di pantai barat laut Sumatra. Mereka memperdagangkan batu kapur Barus, yang ditanam oleh petani pedalaman. Kapur Barus diproduksi dengan Batak berkualitas tinggi, sehingga menjadi salah satu barang ekspor bersama dupa.

Pada abad ke-10, Barus diserang oleh Sriwijaya. Hal ini menyebabkan pengusiran pedagang Tamil dari pantai Sumatra. Pada periode berikutnya, perdagangan batu kapur Barus didominasi oleh pedagang Minangkabau yang mendirikan koloni di pantai utara bagian barat dan timur Sumatera. Koloni mereka berubah dari Barus, Sorkam ke Natal.

Sejarah Suku Batak

Suku Batak berbicara dalam bahasa Austria, dengan bukti linguistik dan arkeologis menunjukkan bahwa orang-orang yang berbahasa Austronesia berasal dari Taiwan, yang pindah ke Filipina dan Indonesia sekitar 2.500 tahun yang lalu pada awal Zaman Batu (Neolitik).

Belum diketahui kapan leluhur Batak hidup untuk pertama kalinya di Tapanuli dan Sumatera Timur. Karena tidak ada artefak Neolitik ditemukan di wilayah Batak, dapat diasumsikan bahwa nenek moyang Batak beremigrasi ke Sumatra utara pada zaman logam.

Identitas Suku Batak

Ada tiga pendapat yang mengungkap identitas suku Batak, yaitu:

  1. R. Widdle mengklaim bahwa sebelum abad ke-20 tidak ada kelompok etnis di Sumatera Utara sebagai unit sosial yang koheren. Menurutnya, interaksi sosial di wilayah itu hingga abad ke 19 terbatas pada hubungan antar individu, antar kelompok kekerabatan atau antar desa. Dan hampir tidak ada kesadaran untuk menjadi bagian dari entitas sosial dan politik yang lebih besar.
  2. Kesadaran keluarga Batak besar terjadi selama era kolonial. Dalam tesisnya, J. Pardede berpendapat bahwa istilah “Tanah Batak” dan “Orang Batak” diciptakan oleh orang asing.
  3. Siti Omas Manurung, istri putra pendeta Toba Batak, menjelaskan bahwa sebelum Belanda tiba, baik Karo maupun Simalungun mengakui diri mereka sebagai orang Batak dan Belanda telah memisahkan kelompok-kelompok itu.

Sebuah mitos yang memuat berbagai versi tentang asal-usul suku Batak mengatakan bahwa Pusuk Buhit, salah satu puncak di sebelah barat Danau Toba, adalah tempat lahirnya “orang Batak”. Lebih jauh, mitos-mitos ini juga mengatakan bahwa nenek moyang orang Batak berasal dari Samosir.

Pembentukan komunitas Batak terdiri dari beberapa klan, sebagian karena migrasi keluarga dari daerah lain di Sumatra. Penelitian penting tentang tradisi berlian dilakukan oleh J.H. Neumann tampil atas dasar sastra lisan dan transkripsi dua teks lokal, yaitu perpustakaan Kembaren dan perpustakaan Ginting.

Menurut perpustakaan Kembaren, daerah asal klan Kembaren berasal dari Pagaruyung di Minangkabau. Orang Tamil juga dianggap sebagai blok bangunan komunitas Karo. Ini terbukti dari banyaknya nama klan Karo, yang berasal dari Tamil. Orang-orang Tamil yang menjadi pedagang di pantai barat melarikan diri ke pedalaman Sumatra karena serangan oleh pasukan Minangkabau yang tiba pada abad ke-14 untuk menguasai Barus.

Bahasa Suku Batak

Bahasa Batak adalah bahasa Batak dan beberapa juga menggunakan bahasa Melayu. Setiap suku memiliki aksen yang berbeda. Karo menggunakan dialek Karo, sedangkan dialek Pakpak digunakan oleh Pakpak Batak, dialek Simalungun dari Simalungun Batak dan dialek Toba dari Toba, Angkola dan Batak Mandailing.

Kesenian Suku Batak

Tarian tujuan-adalah seni milik suku Batak. Tarian ini ajaib. Ada lagi tarian dua belas tahun yang hanya hiburan. Sedangkan alat musik tradisional adalah gong dan saga.

Ada juga kain warisan budaya berbentuk kain Ulos. Syal tenun batak selalu hadir dalam upacara pernikahan, dalam pembangunan rumah, dalam upacara kematian, dalam meninggalkan warisan, dalam sambutan kepada tamu yang dihormati dan dalam upacara tarian gerbang-gerbang.

Baca Juga :