Categories
Uncategorized

Sutlej Karoseri Bus India yang keren

Suatu bis terparkir di taman Hotel Golden Palm, Bangalore, India, akhir Agustus kemudian. Dilihat dari sisi samping, sebagian dari wujud bodi bis menegaskan kita pada wujud bus- bus di masa tahun 1990- an akhir sampai dini tahun 2000- an. Kaca lebar samping yang lebar, wujud totalitas nampak persegi serta lambung samping yang tidak sangat lebar. Bis bercorak dasar putih dengan tulisan Suraj Holidays itu terbuat oleh Karoseri Sutlej.“ Chassis bis ini Ashok- Leyland,” kata pengemudinya dikala ditanyakan bis yang dikendarainya.

Sutlej merupakan salah satu karoseri di India yang industri busnya tengah tumbuh sebagian tahun terakhir. Bermarkas di Jalandhar, Negeri Bagian Punjab, karoseri ini mempunyai bermacam- macam model yang disesuaikan dengan standard bis di India. Di negara seribu kuil itu, bersumber pada peraturan setempat terdapat 5 tipe bis, ialah bis sekolah, bis karyawan, bis kota, bis wisata serta bis antar kota. Tiap tipe bis mempunyai kriteria serta standar tertentu.

Bis Suraj Holidays ini merupakan bus wisata yang biasa mengangkat rombongan turis. Kebetulan dikala itu, panitia pameran Busworld India di Bangalore sediakan sedikitnya 5 bis buat delegasi pameran. haltebus. com serta 2 media asal Indonesia berkesempatan memandang dari dekat industri bis, sekalian merasakan bis buatan India di ibukota Negeri Bagian Karnataka yang populer bagaikan salah satu pusat industri di situ.

Bersumber pada katalog produk yang tercantum di web jual- beli bis indiamart. com, Ashok- Leyland mempunyai produk chassis yang cocok dengan kepribadian bis Suraj Holidays. Bermesin depan, dengan 6 percepatan, dapat menangkut 36 penumpang. Chassis yang diartikan merupakan Ashok- Leyland Viking Bs4. Sejauh ekspedisi memakai bis Sutlej ini terasa aman. Tidak terdapat bunyi- bunyi khas manakala bis melewati jalur yang tidak rata. Suara mesin pula tidak terdengar agresif, meski terkadang sang pengemudi sesekali kurang pas dikala memindahkan tuas persneling.

Bagi Manager Body Builder Daimler India Commercial Vehicle, Satyajit Bhosale dikala berbincang di sela- sela pameran Buswolrd India, bus- bus di India yang banyak diminati merupakan bermesin depan. Baik itu buat bis kota, bis sekolah, bis karyawan, bis wisata ataupun bis antar kota. Satyajit tidak memerinci alas an kenapa bis bermesin depan yang lebih laris, tetapi terdapat data yang menarik.“ Walaupun bus- bus di mari bermesin depan, namun telah dilengkapi dengan suspensi hawa,” kata ia.

Nah Ashok- Leyland Viking Bs4 masing memakai per daun, namun kenyamanannya lumayan memuaskan. Panjang bis Sutlej tanpa nama model di bodinya ini dekat 10- 11 m. Bidang dalamnya unik, terdapat sekat antara ruang pengemudi serta asistennya dengan ruang penumpang. Sekat ini membuat awak bis lebih bebas melaksanakan tugasnya sebab ruangnyaa lumayan lebar, kira- kira satu m lebih, dari kaca depan sampai di atas ban depan. Kabin kru terdiri dari ruang pengemudi, kap mesin serta tempat duduk asisten pengemudi yang lebih mirip sofa panjang, yang dapat digunakan buat tidur.

Sekat ruang awak kabin cuma mempunyai pintu di sisi kiri. Daun pintu yang dapat dibuka dengan poros di bilik kiri bis itu dilengkapi dengan karet penahan di bagian dasar. Bila pintu dibuka, karet penahan ini lumayan diturunkan. Karet penahan hendak bekerja efisien sebab lantai ke arah ruang awak bis sedikit menaik. Penumpang wajib mengetuk pintu yang 60 persen bagiannya terdiri dari kaca.

Pintu masuk buat penumpang pada bis Sutlej ini sama semacam mayoritas bus- bus di India. Cuma terdapat satu di balik roda depan. Terdapat 2 pintu bonus yang lain. Satu pintu buat pengemudi serta satu pintu darurat di sisi kanan balik. Pintu utama penumpang lumayan menarik, digerakkan dengan tekanan hawa( pneumatic) namun letaknya tidak semacam bis kota yang mayoritas bergerak ke samping ataupun beralih keluar semacam di Indonesia. Pintu pneumatic ini berbalik dengan satu poros yang posisinya di tangga kedua pintu masuk.

Pintu ini menegaskan partisipan pameran Busworld India. Mayoritas partisipan pameran merupakan industri India yang membuat bermacam- macam peralatan ataupun perlengkapan pendukung industri bis. Mulai pembuat kaca, pembuat dashboard, pembuat pintu, pembuat AC sampai perlengkapan yang simpel semacam bidang dalamnya kayu. Merujuk pada partisipan Busworld India, industri bis di India banyak ditopang oleh perusahan komponen lokal.

Nah kembali ke bis wisata Sutlej, meski bidang dalamnya dapat dibilang simpel, namun nampak telah mempraktikkan sistem komponen. Bagian- bagian bidang dalamnya cuma tinggal dipasang buat memudahkan serta memesatkan pekerjaan. Meski bila diperhatikan detilnya masih terdapat pemasangan yang kurang apik, tetapi secara universal tampilan bidang dalamnya lumayan membuat penumpang aman.

Gimana ekseriornya? Pengaruh bus- bus Eropa sangat terasa di India, tidak terkecuali Karoseri Sutlej. Lampu minimalis, bodi yang tidak banyak asesoris dan ringkas memberi warna bis ini. Satu lampu utama cuma terdiri dari 3 titik lampu kecil, ditambah pula lampu sein di bagian bawahnya yang cuma satu lampu terpisah. Terdapat pula 2 buah foglamp yang melekat di bumper depan. Bila hadapi kehancuran lampu, hingga penjaannya hendak lebih gampang.

Bagian balik pula tidak jauh berbeda. Satu lampu utama di bagian balik terdiri dari 2 bagian yang terpisah. Model lampu dari tiap- tiap bagian sama, cuma dipasang bertolak balik saja. Di bumper balik, terdapat 2 lampu bercorak merah buat indikator untuk kendaraan di balik.

Tidak hanya wujud lampu, bidang luar yang menarik merupakan pita schotch- light yang terpasang di tiap sisi bis. Di bagian depan, di dasar kaca depan terdapat pita bercorak putih yang hendak menyala bila tertimpa sinar. Di sisi samping, agak ke dasar, terdapat pita kuning yang memanjang dari bagian depan sampai ke balik. Begitu pula pita bercorak merah disematkan di sisi dasar kap bagasi balik bis. Pita ini jadi semacam indikator ukuran bis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *